Cara Sablon Kaos Manual dengan Teknik Foaming/Sablon Timbul

Artikel ini membahas langkah-langkah untuk menyablon kaos dengan teknik foaming/puff atau timbul. Ketika teknik sablon ini pertama  keluar, orang-orang seperti melihat sulap. Bagi pengusaha sablon kaos teknik sablon timbul ini menjadi rahasia, mereka tidak dengan begitu saja memberikan teknik dan cara menyablon dengan teknik ini begitu saja.

Biasanya untuk mengikuti kursus sablon dengan teknik foaming/timbul ini cukup mahal. Dalam artikel ini akan diterangkan bagaimana cara dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyablon kaos dengan teknik foaming/timbul.

Material

  • Tinta Excalibur 500 Series (warna tergantung dengan desain)
  • Aditif Puff Excalibur PF-97

Persiapan tinta

  • Tambahkan aditif puff PF-97 sebanyak 20% – 30% dari berat tinta Excalibur 500 Series, kemudian aduk tinta dengan aditif hingga benar-benar merata.
  • Tips: Kelebihan tinta Excalibur 500 Series yang telah dicampur dengan aditif puff jangan dibuang tetapi simpan dalam tempat khusus (jar) dan berikan label untuk identifikasi warna dan berapa % aditif yangg dicampurkan ke dalam tinta. Sehingga bila nanti akan digunakan lagi untuk menyablon mudah untuk mengidentifikasinya.

Persiapan Screen

  • Proses mempersiapkan screen menjadi faktor paling penting dalam teknik sablon timbul. Karena jadi atau tidaknya sablon timbul/foaming akan sangat tergantung dari ketebalan emulsi film.
  • Gunakan screen dengan mesh 110 dan emulsi mesh 16%, tujuan menggunakan screen dan emulsi film yang besar adalah agar  menghasilkan tinta yang tebal sehingga hasil sablon pada kaos akan timbul.
  • Anda bisa menggunakan screen dengan spesifikasi mesh 80 – 160/inch (32T – 64T cm), tergantung dari detail desain yang akan anda sablon ke kaos. Perhatikan bahwa sablon timbul akan meyebabkan tinta melebar, jadi sisi pada desain bisa jadi tidak sama persis dengan hasil aktualnya karena hasil sablon akan lebih melebar.

Cara Menyablon

  • Tuangkan tinta pada screen sesuai dengan ketebalan yang diinginkan tercetak pada kaos. Padatkan tinta menggunakan spatula, pastikan kuantitas tinta cukup untuk membuat sablon timbul.
  • Tarik tinta dengan squeege pastikan ketinggian sesuai dengan yang diinginkan. Bila ketinggian sablon belum cukup tebal bisa diulangi dengan menggunakan screen yang sama.
  • Direkomendasikan dalam membuat desain untuk area yang timbul dibuat lebih kecil sehingga saat disablon bagian yang timbul tidak menjadi lebih besar dari yang diinginkan. Atau bila desain dibuat dengan besar yang sama dengan yang tersablon maka bagian desain dibuat lubang-lubang kecil atau titik-titik sehingga hasil sablon tidak menjadi lebih lebar.

Screen-Printing-Puff1

Untuk mendapatkan sablon foaming atau sablon timbul diperlukan keahlian dan ketelitian yang yang lebih dibandingkan dengan sablon rubber atau plastisol. Karena tingkat seni artistik yang dihasilkan dari sablon timbul ini juga lebih kelihatan menarik.

Sumber: http://andalasclothing.co.id

Cara sablon kaos manual dengan tinta plastisol

Pada dasarnya cara sablon tinta sablon dan tinta plastisol adala sama saja, yang membedakan hanya tinta yang dipakai dan finishingnya saja. Tinta ruber adalah tinta sablon berbasis air (water based), sedangkan tinta plastisol adalah tinta sablon berbasis minyak (oil based). Berikut ini langkah-langkah sablon kaos manual menggunakan tinta plastisol:

cara-sablon-kaos-1

1.      Langkah yang pertama adalah oleskan emulsi film pada permukaan screen. Anda bisa menggunakan spatula atau sendok plastik yang tipis untuk meratakan emulsi film ke seluruh permukaan screen. Pastikan ada bagian screen yang tidak terlapisi emulsi film kira-kira selebar 1 – 2 inch dari frame. Untuk mengoleskan emulsi film ini harus dilakukan di ruang gelap.

2.      Gunakan squeege untuk meratakan emulsi film di permukaan screen agar ketebalannya sama dan seragam. Biarkan beberapa menit hingga emulsi film mengering.

3.      Print gambar desain yang akan disablon. Desain yang diprint harus hitam putih, resolusi gambar dibuat sebaik mungkin.

4.      Desain yang telah diprint letakkan pada screen yang telah diolesi emulsi film dan telah kering. Pastikan kertas desain melekat rata tidak menggelembung, tidak berkerut dan tidak terlipat karena akan mempengaruhi hasil desain yang dibuat filmnya pada screen.

5.      Timpa kertas desain yang menempel pada screen dengan busa dan pemberat yang rata.

6.      Tutup screen, busa dan pemberat dengan plastik sampah warna hitam. Karena dengan menggunakan plastik sampah mempermudah daam membersihkan tempat kerja, karena emulsi film yang berceceran di plastik sampah tinggal dibuang saja, sehingga tidak mengotori tempat kerja.

7.      Nyalakan lampu UV atau lampu neon dan biarkan menyala sekitar 10 menit.

8.      Cuci screen yang telah dipanasi dengan hati-hati. Pada saat membersihkan bagian yang bukan gambar desain emulsi filmnya tetap melekat, sedangkan bagaian gambar desain emulsi filmnya akan rontok, dibagian ini lah tinta plastisol akan masuk ke kaos.

9.      Setelah dicuci biarkan screen kering.

10.  Tutup bagian-bagian berlubang yang tinta tidak diperbolehkan keluar ke kaos, terutama bagia yang dekat dengan frame yang memang tidak dilapisi emulsi film. Untuk menutup screen ini gunakan tape yang biasa digunakan untuk mengecat.

11.  Kunci screen ada meja sablon.

12.  Letakkan kaos pada meja sablon. Pastikan kaos dalam kondisi rata dan cukup kekencangannya, kaos jangan sampai terlipat dan ada tonjolan atau bergelombang. Karena hal ini bisa mempengaruhi kualitas hasil sablon.

13.  Turunkan screen.

14.  Keluarkan tinta plastisol ke screen sepanjang desain yang akan dicetak. Aduk dan padatkan tinta plastisol diatas screen, sepanjang desain

15.  Tarik tinta plastisol sepanjang screen menggunakan squeege. Berikan tekanan secukupnya agar tinta yang keluar dan melekat pada kaos sesuai dengan desain yang diinginkan.

16.Setelah proses sablon selesai khusus tinta plastisol memerlukan pemanasan agar tintanya kering. Panas yang diperlukan sekitar 170oC, dengan menggunakan pemanas khusus seperti flash dryer atau hotgun.

hot-gun-sablon-plastisol

sablon-plastisol-1

http://andalasclothing.co.id

Cara Sablon Kaos Manual dengan Pasta Rubber

Sablon manual dengan pasta rubber paling umum digunakan. Berikut ini langkah-langkah sablon kaos manual menggunakan pasta rubber:

Langkah yang pertama adalah oleskan emulsi film pada permukaan screen. Anda bisa menggunkan spatula atau sendok plastik yang tipis untuk meratakan emulsi film ke seluruh permukaan screen. Pastikan ada bagian screen yang tidak terlapisi emulsi film kira-kira selebar 1 – 2 inch dari frame. Untuk mengoleskan emulsi film ini harus dilakukan di ruang gelap.

Gunakan squeege untuk meratakan emulsi film di permukaan screen agar ketebalannya sama dan seragam. Biarkan beberapa menit hingga emulsi film mengering.

cara-sablon-rubber-1

Print gambar desain yang akan disablon. Desain yang diprint harus hitam putih, resolusi gambar dibuat sebaik mungkin. Media cetak terbaik adalah kertas kalkir yang bisa didapat di toko alat tulis terdekat.

cara-sablon-rubber-2

Desain yang telah diprint letakkan pada screen yang telah diolesi emulsi film dan telah kering. Pastikan kertas desain melekat rata tidak menggelembung, tidak berkerut dan tidak terlipat karena akan mempengaruhi hasil desain yang dibuat filmnya pada screen.

Timpa kertas desain yang menempel pada screen dengan busa dan pemberat yang rata, misalkan kaca berat.

Tutup screen, busa dan pemberat dengan plastik sampah warna hitam. Karena dengan menggunakan plastik sampah mempermudah daam membersihkan tempat kerja, karena emulsi film yang berceceran di plastik sampah tinggal dibuang saja, sehingga tidak mengotori tempat kerja.

Nyalakan lampu UV atau lampu neon dan biarkan menyala sekitar 10 menit.

cara-sablon-rubber-3

Cuci screen yang telah dipanasi dengan hati-hati. Pada saat membersihkan bagian yang bukan gambar desain emulsi filmnya tetap melekat, sedangkan bagaian gambar desain emulsi filmnya akan rontok, dibagian ini lah tinta plastisol akan masuk ke kaos.

Setelah dicuci biarkan screen kering.

Tutup bagian-bagian berlubang yang tinta tidak diperbolehkan keluar ke kaos, terutama bagian yang dekat dengan frame yang memang tidak dilapisi emulsi film. Untuk menutup screen ini gunakan tape yang biasa digunakan untuk mengecat.

Kunci screen pada meja sablon.

cara-sablon-rubber-4

Letakkan kaos pada meja sablon. Pastikan kaos dalam kondisi rata dan cukup kekencangannya, kaos jangan sampai terlipat dan ada tonjolan atau bergelombang. Karena hal ini bisa mempengaruhi kualitas hasil sablon.

Turunkan screen.

Keluarkan pasta rubber ke screen sepanjang desain yang akan dicetak. Aduk dan padatkan rubber diatas screen sepanjang desain.

Tarik rubber pasta sepanjang screen menggunakan squeege. Berikan tekanan secukupnya agar rubber yang keluar dan melekat pada kaos sesuai dengan desain yang diinginkan.

cara-sablon-rubber-5

cara-sablon-rubber-6

Setelah proses sablon selesai pasta rubber memerlukan pemanasan agar tintanya kering. Panas yang diperlukan sekitar 150oC, dengan menggunakan heat press.

Kaos telah siap digunakan…

Sumber: http://andalasclothing.co.id

Jenis Sablon Kaos Manual

Dalam industri sablon kaos manual ada beberapa jenis sablon. Jenis sablon ini berdasarkan tinta yang biasa dipakai atau material yang digunakan untuk menyablon. Masing-masing tinta memiliki sifat dan kegunaan masing-masing. Jenis-jenis sablon kaos manual diantaranya adalah:

Sablon tinta berbasis air (Tinta water based)

Tinta berbasis air lebih mudah menembus serat-serat kain dan terasa jauh lebih lembut dibandingkan tinta jenis lain. Tinta jenis ini sangat cocok dipakai bila desain yang akan disablon menggunakan tinta warna gelap pada kaos yang berwarna terang. Tinta ini juga bagus dipakai untuk menyablon pada permukaan yang besar dengan tekstur yang halus.  Tinta water based memerlukan pemanasan (heat press) agar hasil sablon lebih tahan lama.

bisnis-kaos

 

Sablon Plastisol (Tinta oil based)

Tinta plastisol adalah yang paling umum dipakai pada industri sablon manual. Berbeda dengan sablon waterbased, tinta ini hanya bisa digunakan bersamaan dengan minyak dan perlu penanganan khusus saat mengeringkannya. Tinta plastisol sangat baik digunakan untuk kaos warna gelap karena detail desainnya bisa kelihatan dengan jelas. Tekstur dari hasil sablon licin seperti plastik. Hasil sablon dengan tinta plastisol memerlukan pemanasan pada suhu 150oC agar tintanya kering.

sablon-plastisol-1

 

Sablon Flocking

Flocking terdiri lem yang dicetak ke kain kemudian material flocking ini diaplikasikan dengan tampilan seperti beludru.

sablon-kaos-flock

 

Sablon Tinta Discharge

Tinta ini cocok digunakan untuk mencetak warna terang pada kaos warna gelap. Tinta ini bereaksi dengan menghilangkan warna dasar dari kaos, teksturnya menjadi lebih lembut. Tetapi tinta discharge secara seni grafis tidak sebaik bila dibandingkan dengan tinta plastisol, dan warnanya sulit dikontrol sesuai yang diinginkan. Kelebihan dari tinta ini adalah bagus untuk proses sablon dengan penekanan, dan untuk sablon pada kaos gelap perlu ditambahkan lapisan tinta plastisol sehingga menghasilkan desain yang terasa lembut alami.

sablon-kaos-discharge-3

 

Sablon Foil

Foil sangat mirip dengan flock, tetapi hasil cetakan di kaos tidak seperti beludru melainkan seperi cermin yang menghasilkan pantulan. Foil pada prosesnya menggunakan heat press tetapi diperlukan proses sablon untuk menambahkan lem perekat untuk desain yang diinginkan.

sablon-foil

 

Sablon puff

Tinta puff adalah aditif untuk tinta rubber atau tinta plastisol yang menghasilkan kesan timbul pada hasil sablon sehingga menghasilkan sablon 3D.

sablon-kaos-high-density-2

 

Glitter/Shimmer

Tinta glitter atau shimmer menghasilkan efek berkilau pada desain yang disablon. Biasanya berwarna perak atau emas.

sablon-glitter 

Gloss

Tinta gloss adalah tinta yang tidak berwarna (clear/bening). Tinta ini berfungsi sebagai finishing agar hasil sablon nampak mengkilap.

 

Metallic

Tinta mettalic mirip dengan glitter tetapi memiliki partikel yang lebih halus.

 

Tinta Cracking

Tinta cracking menghasilkan efek retak pada permukaan hasil sablon setelah tinta kering.

 

sablon-cracking

 

Sumber: http://andalasclothing.co.id

Mengenal Peralatan Sablon Kaos Manual

Dalam proses sablon kaos manual alat utama yang harus ada adalah stencil. Stencil terdiri atas frame dan mesh (screen). Frame adalah bingkai dari stencil yang biasanya terbuat dari aluminium. Fungsi dari frame ini adalah sebagai pegangan mesh, agar lembaran mesh kencang sesuai dengan yang diinginkan. Mesh adalah lembaran polyester berupa anyaman dengan lubang-lubang halus sebagai tempat keluarnya tinta ketika mencetak design ke media kaos. Besarnya lubang pada mesh bermacam-macam tergantung type. Dalam memilih besar kecilnya lubang mesh, dipengaruhi oleh jenis tinta yang dipakai dan desain yang akan dicetak.

Agar mesh terpegang kuat ke frame dengan kekencangan seluruh permukaan mesh seragam maka mesh harus dilekatkan ke frame dengan tape. Jenis tape yang digunakan tergantung dari tinta yang akan digunakan. Tape ini selain berfungsi sebagai pengikat mesh ke frame juga untuk mencegah agar tinta tidak bocor atau menyisip ke celah antara mesh dan frame. Tape yang digunakan adalah yang biasa terpapar sinar UV dan tinta water base.

screen-sablon-kaos-manual-3

Sebelum stencil digunakan, mesh atau screen harus dilakukan proses pre-press. Tujuan dari proses ini adalah untuk membersihkan lubang-lubang mesh dari kotoran yang menyumbat. Karena lubang yang tersumbat akan mempengaruhi desain yang tercetak ke kaos. Untuk menghilangkan kotoran yang menyumbat bisa digunakan alat-alat seperti, tape untuk emulsi khusus atau pin untuk menusuk kotoran yang menyumbat.

Jika menggunakan alat bantu, sebelum proses penyablonan dilakukan stencil harus dipasang ke mesin printing (pemegang stencil), mesin pemegang stencil ini ada tiga jenis yaitu flat-bed, cylinder dan yang saat ini paling banyak digunakan adalah jenis rotary. Namun dalam prakteknya screen atau stencil bisa dipakai tanpa alat bantu.

meja-sablon-7

Selanjutnya kaos yang menjadi media sablon disetting pada papan (biasanya terbuat dari triplex) yang khusus dibuat sebagai fixture untuk memegang kaos agar tidak berkerut dan bergeser saat proses penyablonan.

Kemudian tinta dituangkan di permukaan mesh/screen dan diratakan menggunakan sendok plastik sesuai dengan desain yang akan dicetak. Pada saat menuangkan dan meratakan tinta, stencil harus diangkat atau tidak menempel ke kaos karena tinta yang keluar dari lubang mesh bisa mengotori kaos.

Saat tinta sudah dituangkan ke permukaan mesh maka proses penyablonan siap dilakukan. Letakkan stencil pada permukaan kaos dan beri tekanan secukupnya. Sapukan tinta menggunakan squeegee (rubber blade atau pisau karet), atau disebul rakel. Berikan tekanan pada squeegee sesuai dengan ketebalan tinta yang ingin tercetak pada kaos. Sapuan squeegee dilakukan dari arah depan menuju ke area yang lebih dekat di depan operator. Sapuan squeegee harus dilakukan ke satu arah tidak boleh bolak-balik arahnya.

Squeegee

Setelah proses penyablonan selesai stencil harus dibersihkan agar lubang-lubang mesh tidak tersumbat oleh tinta. Sebaiknya pembersihan stencil dilakukan secepat mungkin setelah penyablonan selesai. Karena semakin lama tinta akan mengering dan lebih sulit untuk dibersihkan.

Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membersihkan stencil adalah, sabun colek, M3, kaporit dan soda api, pregant pasta, remover pasta dan remover powder.

Sumber: http://andalasclothing.co.id

Sejarah Sablon Kaos Manual

Sablon kaos manual adalah teknik mencetak pada kaos dengan menggunakan media screen yang biasa disebut dengan mesh, berupa tenunan polyester dengan lubang yang sangat kecil. Dari lubang-lubang halus ini  tinta akan tercetak pada media seperti kaos.

Sablon kaos dengan menggunakan screen atau lebih populer dengan sebutan sablon manual ini ditemukan di daratan Cina pada masa Dinasti Song (960 – 1279 M). Kemudian sablon manual ini diadaptasi oleh negara asia lain seperti Jepang. Pada akhir abad 18 sablon manual mulai diperkenalkan di Eropa namun tidak terlalu berhasil.

Pada awal tahun 1910, para peneliti dari eropa mulai melakukan penelitian tentang bahan kimia foto reaktif seperti kalium, natrium atau amonium kromat dan bahan kimia dikromat dengan lem dan senyawa gelatin. Peneliti yang bereksperimen untuk bahan kimia foto reaktif adalah trio Roy Beck, Charles Petrus, dan Edward Owens, dengan material yang mereka temukan akhirnya revolusi industri sablon komersial.

Sekelompok seniman pada tahun 1930 membentuk Perhimpunan Serigraphy Nasional yang menciptakan serigraphy untuk membedakan aplikasi sablon artistik dengan sablon yang digunakan untuk proes industri.

Pada masa itu sablon manual diakui sebagai percetakan yan paling serbaguna diantara jenis proses percetakan lainnya. Semenjak ditemukannya bahan sablon manual dan harganya terjangkau, teknik sablon manual paling sering dipakai untuk mencetak poster-poster film, sampul alum rekaman, brosur, kaos, iklan komersial dan karya-karya lainnya.

Penghargaan sebesar-besarnya perlu diberikan kepada Andy Warhol yang mempopulerkan sablon manual dengan teknik artistik di Amerika Serikat. Pada tahun 1962 Warhol mampu mencetak gambaran artis Marlyn Monroe dengan sablon manual menggunakan warna-warna yang kontras.

Pada tahun 1960 Michael Vasilantone mulai memakai, mengembangkan dan menjual mesin cetak garmen rotary yang bisa full warna. Kemudian pada 1967 Vasilantone mematenkan mesin sablon kaos rotary-nya dengan nomer 3.427.964 pada tanggal 18 Februari, 1969. Tadinya mesin sablon kaos rotary dibuat untuk mencetak logo dan informasi tim pada jersey untuk tim bowling. Akhirnya paten dari Vasilantone dilisensi oleh para produsen kaos. Dan akhirnya sistem mesin sablon rotary menjadi sangat populer di industri sablon kaos.

sejarah-sablon-manual

Pada bulan Juni 1986, Marc Tartaglia, Marc Tartaglia Jr. and Michael Tartaglia berhasil menciptakan peralatan sablon kaos yang didaftarkan hak paten-nya, sebagai  desain full warna yang diaplikasikan pada beberapa kain atau lembaran bahan kain dengan printer screen dari jala sutra.

Kini teknologi sablon kaos grafis sangat umum dipakai dalam berbagai industri yang volume produksinya tinggi seperti poster dan display untuk iklan. Untuk yang full color bisa dibuat dengan sablon CMYK (cyan, magenta, yellow and black (‘key’)).

Sablon manual sangat cocok untuk mencetak di atas media kaos. Andy Warhol , Rob Ryan, Blexbolex, Arthur Okamura, Robert Rauschenberg , Roy Lichtenstein, Harry Gottlieb, dan banyak seniman lain telah menggunakan sablon pada media kaos sebagai ekspresi kreativitas dan visi artistik.

Sumber: http://andalasclothing.co.id