Sablon Kaos dengan Teknik Flocking untuk Efek Beludru yang Berkelas

Teknik flocking merupakan proses sablon kaos yang mampu menghasilkan efek cetakan menyerupai beludru yang menarik.  Sablon kaos dengan teknik flocking bisa dilakukan dengan 2 cara, yang pertama melalui mesin flock dimana flock berbentuk bubuk.  Dan yang kedua menggunakan lembaran flock yang lebih praktis.  Jika dilihat dari hasilnya, maka aplikasi flock berbentuk serbuk memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan yang flock yang berbentuk lembaran.

Sama halnya dengan foil transfer,  proses sablon dengan teknik flock transfer maupun serbuk juga membutuhkan lem sebagai media untuk merekatkannya.  Untuk keperluan tersebut, Anda bisa menggunakan SP top ink pada tinta waterbase dan high density clear gel pada tinta plastisol.  Seperti foil transfer, tinta flock juga memiliki karakter yang lebih tahan cuci jika dibandingkan dengan tinta waterbase.

Pada teknik flocking berbentuk lembaran, pencetakan design dilakukan dengan cara dipress menggunakan mesin heater,  dimana sebelumnya kaos sudah diberi lem dulu agar flock menempel sempurna.  Hasil sablon dengan teknik flocking membutuhkan perawatan ekstra agar tidak mudah rusak.  Jenis sablon ini tidak boleh dicuci dengan mesin cuci dan juga tidak boleh disetrika langsung.  Untuk warnanya sendiri, sablon jenis ini hanya bisa diaplikasikan untuk satu warna saja.

Sablon dengan teknik flocking memiliki karakteristik yang mampu menutup serat kain dan memberikan efek timbul pada design yang diaplikasikan.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyablonan dengan teknik beludru ini, yaitu:

  1. Ketebalan lem

Jika lem terlalu tebal maka akan menyebabkan lem tidak mudah kering, akibatnya lem akan menelan serbuk flocking sehingga mempengaruhi hasil akhirnya.

  1. Pengaturan suhu untuk pengeringan

Perlu diketahui bahwa suhu yang terlalu panas akan menyebabkan hasil flocking terlihat kaku, sementara untuk suhu yang kurang panas akan menyebabkan flock mudah terkelupas saat dicuci.  Pengaturan suhu yang tepat akan menghasilkan sablon flock yang sempurna.

  1. Penting untuk selalu menggunakan masker selama proses flocking agar serbuk flock tidak terhirup.

Secara umum, teknik flocking bisa dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Aplikasi dengan teknik flocking serbuk

Caranya adalah dengan menyiapkan kain yang akan disablon lalu mencetak design gambar menggunakan lem khusus dan juga screen.  Kemudian serbuk flock ditaburkan di atas design yang sudah dicetak dan bersihkan serbuk yang bertebaran di luar gambar.  Keringkan, dan Anda akan mendapatkan design sablon beludru yang diinginkan.

  1. Aplikasi dengan teknik kertas flocking

Caranya adalah dengan menyiapkan kain yang akan disablon, cetak gambar design menggunakan lem dan screen.  Tempelkan kertas flock di atas lem dan press menggunakan mesin hot press dengan suhu 165 derajat Celsius selama 15 detik.

  1. Aplikasi design dengan transfer flocking

Caranya yaitu dengan menyiapkan kain yang akan diaplikasikan sablon.  Potong lembaran flocking menggunakan mesin cutting stiker sesuai dengan pola design yang diinginkan, dan buang bagian flocking yang tidak dibutuhkan.  Kemudian press dengan mesin hot press selama kurang lebih 15 detik dengan suhu 165 derajat Celsius.

Agar hasil sablon dengan teknik flocking tetap awet dan tahan lama, sebaiknya dicuci menggunakan air hangat dengan suhu sekitar 60 derajat Celsius.  Hindari menyikat area sablon beludru agar tidak merusak sablon.  Hindari juga menyetrika area sablon secara langsung, Anda bisa membalik kaos terlebih dahulu sebelum menyetrikanya.  Jika ada bulu lembut yang menempel pada sablon beludru, Anda bisa menghilangkannya menggunakan plester.

Sumber: http://andalasclothing.co.id

Comments are closed.